Halaman

Senin, 24 Februari 2014

Bolehkah Saya Bertanya?

Bacalah saat Anda sedang tidak sibuk. Saat tidak ada orang yang mengajak Anda bicara. Saat Anda berkenan menyisihkan waktu beberapa menit untuk merenungkan jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang saya ajukan. Saya yakin Anda bersedia melakukannya karena ini tentang hidup Anda.

Saya mulai mengajukan pertanyaan, “Apakah hidup yang Anda jalani sudah sesuai dengan harapan Anda?”

Apabila jawabannya ‘belum’, maka pertanyaan berikutnya, “Apa hal-hal strategis yang akan Anda lakukan?”

Bila jawabannya ‘sudah’, pertanyaan yang perlu Anda jawab adalah, “Apakah kehidupan Anda sudah terhormat dimata banyak orang? Apakah kehidupan Anda layak dijadikan bekal pulang ke akhirat?”

Renungkanlah jawaban Anda tersebut sebelum melanjutkan membaca.

Sabtu, 22 Februari 2014

Sekolah Untuk Apa?

Beberapa hari ini kita membaca berita betapa sulitnya anak-anak kita mencari sekolah. Masuk universitas pilihan, susahnya setengah mati. Kalaupun diterima, bak lolos dari lubang jarum. Sudah masuk, ternyata banyak yang “salah kamar”. Sudah sering saya mengajak dialog mahasiswa yang bermasalah dalam perkuliahan yang begitu digali selalu mengatakan mereka masuk jurusan yang salah.

Demikianlah, diterima di PTN masalah, tidak diterima juga masalah. Kalau ada uang bisa kuliah di mana saja. Bagaimana kalau uang tak ada? Hampir semua orang ingin menjadi sarjana, bahkan masuk program S2. Jadi birokrat atau jendral pun, sekarang banyak yang ingin punya gelar S3. Persoalan seperti itu saya hadapi waktu lulus SMA tiga puluh tahun yang lalu, dan ternyata masih menjadi masalah hari ini. Bahkan sekarang, memilih SMP dan SMA pun sama sulitnya.